Kemajuan teknologi gadget modern memang tak terbantahkan. Perangkat menjadi semakin tipis, ringan, dan menawarkan desain yang kian elegan.
Namun, di balik kemewahan tersebut, tersimpan fakta yang mungkin membuat pengguna geleng-geleng kepala: banyak produsen kini sengaja merancang gadget mereka agar sulit diperbaiki. Tindakan seperti menanam baterai di dalam bodi secara permanen, menyolder komponen krusial langsung ke motherboard, atau menggunakan perekat super kuat menjadi pemandangan umum yang menyulitkan proses pembongkaran dan perbaikan.
Also Read
iFixit, lembaga yang rutin melakukan uji bongkar (teardown) perangkat, merilis daftar gadget yang mendapatkan skor perbaikan terendah, mengindikasikan betapa menantangnya perbaikan pada perangkat-perangkat ini.
1. Apple AirPods 4: Skor 0/10, Ketiadaan Komponen Modular

Apple AirPods 4 menduduki posisi teratas sebagai salah satu perangkat dengan skor perbaikan terburuk, yaitu 0/10. Kesulitan sudah dimulai sejak proses pembongkaran.
Baik pengguna maupun teknisi akan menghadapi risiko tinggi merusak bagian luar maupun komponen internal saat mencoba membukanya. Bahkan jika teknisi berhasil membongkarnya, mereka tidak menemukan satu pun komponen yang mendukung proses penggantian dengan mudah.
Produsen menyolder baterai langsung ke papan sirkuit sehingga teknisi harus melakukan proses penggantian dengan sangat hati-hati. Selain itu, epoksi menyegel casing dan semakin menyulitkan teknisi mengakses bagian dalam perangkat.
Akibatnya, baterai dan port USB-C menjadi dua komponen yang paling sulit teknisi ganti ketika mengalami kerusakan. Proses penggantian keduanya juga berisiko merusak perangkat secara keseluruhan.
Apple juga tidak menyediakan panduan perbaikan mandiri atau suku cadang resmi untuk AirPods 4. Kondisi tersebut membuat pengguna lebih bergantung pada layanan perbaikan resmi yang mungkin membutuhkan biaya lebih besar.
2. Kobo Sage: E-reader Dengan Desain Anti-Perbaikan
Kobo Sage menjadi salah satu e-reader yang banyak pengguna nilai unggul dibandingkan kompetitornya. Namun, iFixit menilai kemampuan perbaikannya sangat rendah dan memberikan skor 0/10. Alasan utamanya adalah minimnya dukungan dari produsen.
Kobo tidak menyediakan panduan resmi untuk perbaikan mandiri dan juga tidak menjual suku cadang. Proses membongkar Kobo Sage pun penuh risiko karena produsen membuat konstruksinya sulit untuk dibongkar.
Setelah teknisi berhasil membuka perangkat, mereka menemukan baterai yang terpasang pada motherboard menggunakan solder dan perekat yang sangat kuat. Produsen juga menyolder tombol pembalik halaman dan port USB-C langsung ke papan sirkuit. Kondisi tersebut membuat teknisi harus bekerja lebih rumit saat mengganti komponen tersebut.
Pengguna yang mengalami masalah pada bagian-bagian ini akan menghadapi rintangan yang signifikan.
3. MacBook Pro 14 Inci M5: Kecanggihan yang Menyulitkan Perbaikan

MacBook Pro 14 inci dengan chipset M5, meski menawarkan performa kelas atas, tidak lepas dari masalah perbaikan. iFixit memberikannya skor 4/10.
Ada beberapa poin positif, seperti baterai yang secara teknis bisa diganti, port Thunderbolt yang modular, serta ketersediaan panduan perbaikan manual dan suku cadang resmi dari Apple. Namun, proses penggantian baterai saja membutuhkan sekitar 35 langkah yang rumit.
Pengguna juga harus berhadapan dengan delapan sekrup jenis P5 pentalobe yang memerlukan obeng khusus. Berbagai konektor kecil, termasuk konektor trackpad dan kabel baterai, harus dilepas dengan sangat hati-hati.
Menariknya, keyboard dipasang menggunakan rivet, dan penyimpanan data disolder langsung ke motherboard. Ini berarti pengguna tidak dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan laptop dengan mudah, sebuah batasan yang cukup signifikan bagi para profesional.
4. iPad Air Gen-6: Akses Komponen Internal yang Menantang

iPad Air generasi keenam harus puas dengan skor perbaikan 3/10 dari iFixit. Tantangan utama terletak pada akses ke komponen internal.
Pengguna harus melepas layar terlebih dahulu untuk bisa menjangkau baterai, kamera, atau komponen lainnya. Layar tersebut direkatkan menggunakan lem yang kuat, sehingga proses pelepasannya membutuhkan tenaga ekstra, alat khusus, dan tingkat kehati-hatian yang tinggi.
Risiko kerusakan layar sangat besar karena panelnya yang tipis dan rapuh. iFixit juga mencatat bahwa Apple tidak menyediakan panduan perbaikan mandiri maupun suku cadang resmi.
Penggantian baterai semakin rumit karena motherboard direkatkan ke bodi, dan terdapat konektor-konektor rapuh yang harus dilewati dengan hati-hati. Masalah serupa juga pernah terjadi pada iPad Pro 11 inci keluaran 2018, menunjukkan pola desain yang kurang ramah perbaikan pada beberapa lini produk Apple.
5. Nothing Phone (3): Desain Transparan yang Menipu
Nothing Phone (3) hadir dengan desain bodi transparan yang ikonik. Sekrup yang terlihat dari luar membuat perangkat ini tampak mudah untuk teknisi bongkar. Namun, kesan tersebut keliru.
Nothing Phone (3) hanya mendapatkan skor 3/10 dari iFixit dan tergolong sulit diperbaiki. Untuk mengakses sekrup internal, pengguna atau teknisi harus terlebih dahulu melepas panel belakang transparan yang direkatkan dengan lem.
Jika teknisi tidak melakukan proses ini dengan sangat hati-hati, proses tersebut dapat merusak panel belakang yang ikonik. Produsen juga menempatkan beberapa sekrup di balik stiker dekoratif tipis sehingga teknisi perlu melepasnya dengan hati-hati dan memasangnya kembali secara presisi.
iFixit bahkan mengakui bahwa proses penggantian layar pada Nothing Phone (3) adalah salah satu yang paling sulit yang pernah mereka tangani, menyoroti kompleksitas desain yang tersembunyi di balik tampilan futuristiknya.
Daftar ini menjadi pengingat bagi para konsumen untuk lebih berhati-hati dalam memilih gadget. Kemudahan perbaikan, meskipun mungkin tidak menjadi prioritas utama bagi sebagian orang, tetap merupakan aspek penting yang dapat menghemat biaya dan memperpanjang usia pakai perangkat di masa depan.
Sebelum membeli gadget impian Anda, ada baiknya mempertimbangkan faktor kemudahan perbaikan, agar Anda tidak terjebak dengan perangkat yang sulit diperbaiki saat terjadi masalah.






