
Samsung berhasil memperkuat posisinya sebagai raksasa industri semikonduktor. Perusahaan ini mendominasi pasar chip DRAM pada kuartal ketiga 2026. Di tengah ketidakpastian pasar chip global, Samsung justru meraih keuntungan besar. Lonjakan pesanan dari perusahaan kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utamanya.
Permintaan chipset DRAM atau RAM berkecepatan tinggi meningkat drastis. Komponen ini berperan penting dalam mendukung pengembangan berbagai produk AI. Kesuksesan Samsung sepanjang 2026 terlihat dari peningkatan pangsa pasarnya. Perusahaan asal Korea Selatan ini berhasil mengungguli pesaing utamanya, SK Hynix dan Micron.
Dominasi Samsung dengan Pangsa Pasar 38% di Q3 2026

Data terbaru dari Counterpoint menunjukkan posisi Samsung di puncak pasar DRAM. Pada kuartal ketiga 2026, perusahaan ini menguasai 38% pangsa pasar. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Q3 2025, pangsa pasar Samsung masih berada di angka 33%.
Also Read
Posisi terdepan Samsung sebenarnya sudah terlihat sejak tahun lalu. Salah satu faktor pendukungnya adalah performa produk memori HBM4. Produk tersebut mendapatkan respons positif dari pasar. Bahkan, HBM4 diprediksi dapat memperkuat posisi Samsung dalam penjualan memori berperforma tinggi pada tahun mendatang.
Selain itu, harga memori seperti RAM diperkirakan tetap stabil. Bahkan, harganya berpotensi terus meningkat hingga tahun depan. Kondisi ini membuka peluang keuntungan yang lebih besar bagi Samsung. Terlebih lagi, permintaan pasar masih menunjukkan tren positif.
Jika tren tersebut berlanjut, Samsung berpeluang meningkatkan pendapatannya. Perusahaan juga dapat mempertahankan pertumbuhan penjualan. Stabilitas pasokan dan tingginya permintaan akan menjadi faktor penting.
SK Hynix dan Micron Mengikuti di Posisi Kedua dan Ketiga

Samsung memang memimpin pasar DRAM global. Namun, SK Hynix juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat. Laporan Korea JoongAng Daily menyebutkan bahwa perusahaan ini menguasai 29% pangsa pasar pada Q3 2026. Angka tersebut meningkat 3 poin persentase dibandingkan kuartal sebelumnya.
Pendapatan SK Hynix juga mengalami pertumbuhan sebesar 40%. Pencapaian ini menunjukkan pemulihan perusahaan setelah mengalami kerugian pada awal tahun. SK Hynix memiliki keunggulan dalam penjualan memori HBM3E. Sementara itu, Samsung berhasil menarik perhatian pasar melalui produk HBM4.
Micron menempati posisi ketiga dengan pangsa pasar sebesar 21%. Perusahaan asal Amerika Serikat ini juga menikmati peningkatan permintaan pada Q3 2026. Namun, pertumbuhannya masih berada di bawah Samsung.
CXMT berada di posisi keempat dengan penguasaan pasar sebesar 9%. Angka ini turun dari 10% pada Q2 2026. Penurunan tersebut menunjukkan tekanan persaingan yang semakin kuat. CXMT bahkan diprediksi menghadapi tantangan lebih besar pada kuartal keempat 2026.
Dampak Penjualan Chip DRAM pada Pasar Global dan Konsumen

Lonjakan penjualan chip DRAM tidak hanya menguntungkan produsen semikonduktor. Perkembangan ini juga membawa dampak besar bagi pasar global. Laman Biggo melaporkan bahwa pendapatan industri DRAM meningkat hingga 369% pada Q3 2026.
Nilai pendapatannya mencapai sekitar 200 miliar dolar AS. Jumlah tersebut setara dengan Rp3,62 kuadriliun. Dua faktor utama mendorong peningkatan tersebut. Pertama, permintaan memori dari pusat data AI terus meningkat. Kedua, harga chip DRAM mengalami lonjakan yang sangat tinggi.
Pengiriman bit (bit shipments) juga naik sekitar 4%. Sementara itu, harga rata-rata per gigabit DRAM mencapai 1,9 dolar AS. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp34.000.
Namun, lonjakan permintaan ini juga membawa dampak bagi konsumen. Produsen mungkin akan lebih memprioritaskan kebutuhan industri AI. Pasalnya, segmen tersebut menawarkan peluang keuntungan yang lebih besar. Akibatnya, pasokan memori untuk perangkat konsumen berpotensi berkurang.
Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan harga RAM konsumen. Produk seperti DDR5 dan LPDDR berpotensi terkena dampaknya. Harga smartphone, tablet, dan laptop juga bisa ikut meningkat. Laman BISI turut mengindikasikan kemungkinan penyesuaian spesifikasi perangkat akibat mahalnya harga RAM.
Sebagai contoh, produsen smartphone mungkin kembali menawarkan RAM 4–6 GB. Padahal, kapasitas 8–12 GB sudah menjadi standar umum pada banyak perangkat. Langkah ini dapat membantu produsen menekan biaya produksi.
Fenomena tersebut menunjukkan besarnya pengaruh industri AI terhadap pasar semikonduktor. Persaingan produsen chip tidak hanya menentukan keuntungan perusahaan besar. Perkembangan ini juga memengaruhi harga dan spesifikasi perangkat elektronik. Pada akhirnya, konsumen umum turut merasakan dampak perubahan pasar DRAM global.






