Google resmi menghentikan pemasaran aksesoris Chromecast dengan Google TV untuk varian tahun 2022 dan 2020 di etalase digitalnya, Google Store, Amerika Serikat, per tanggal 20 Februari 2025. Keputusan ini menandai akhir dari era perangkat Chromecast tradisional yang telah mendukung pengalaman “streaming” selama lebih dari satu dekade.
“Anda mungkin dapat menemukan Chromecast melalui pengecer pihak ketiga, tetapi jika Anda menginginkan saluran penjualan resmi, Anda kurang beruntung karena menurut laporan 9to5google, keduanya tidak lagi terdaftar di Google Store,” tulis laporan Google yang dilansir dari Phandroid, Senin.
Chromecast pertama kali diperkenalkan kepada pemilik perangkat Android pada tahun 2013, memungkinkan mereka untuk menampilkan berbagai konten seperti film, acara televisi, dan lainnya langsung dari ponsel, tablet, atau komputer ke layar televisi, selama perangkat tersebut memiliki koneksi HDMI. Keunggulan utama perangkat ini adalah kemampuannya untuk mengubah televisi biasa menjadi perangkat “streaming” tanpa perlu membeli Smart TV yang lebih mahal.
Also Read
Sejak kemunculannya, Google telah menghadirkan berbagai generasi Chromecast, termasuk pembaruan model pada tahun 2015 dan 2018, serta Chromecast dengan Google TV yang dirilis pada tahun 2020 dan 2022. Selain itu, perusahaan juga meluncurkan Chromecast Audio pada 2020, yang dikhususkan untuk pengalaman audio. Perangkat ini memungkinkan pengguna menghubungkan speaker lama mereka dengan teknologi audio nirkabel, memberikan pengalaman mendengarkan musik yang lebih fleksibel.
Pada masa awal kemunculannya, televisi dengan teknologi cerdas masih tergolong langka dan mahal. Namun, seiring perkembangan industri, kini hampir semua televisi sudah dilengkapi dengan kemampuan bawaan untuk mengakses layanan “streaming” tanpa perlu perangkat tambahan, sehingga peran Chromecast sebagai perantara mulai berkurang relevansinya. Selain itu, munculnya berbagai pesaing seperti Amazon Fire Stick, Apple TV, dan Roku juga mempersempit pangsa pasar Chromecast.
Sebagai respons terhadap perubahan pasar, Google pun mengubah pendekatannya. Tahun lalu, perusahaan memperkenalkan suksesor Chromecast yang diberi nama “Google TV Streamer”. Perangkat ini tidak sekadar berfungsi sebagai alat hiburan, tetapi juga memiliki peran lebih luas sebagai pusat kendali bagi perangkat rumah pintar. Dengan dukungan Google Assistant, pengguna dapat mengontrol perangkat pintar di rumah mereka, seperti lampu, kamera keamanan, dan thermostat, langsung dari layar televisi.
Dari segi harga, Google TV Streamer dibanderol hampir dua kali lipat dibandingkan model Chromecast 2022. Namun, dengan fitur dan kapabilitas yang lebih canggih, perangkat ini dapat menjadi alternatif yang lebih menarik bagi pengguna yang membutuhkan lebih dari sekadar alat pemutar konten di layar televisi mereka. Fitur tambahan seperti dukungan resolusi 4K HDR, integrasi dengan layanan “streaming” lebih luas, dan performa yang lebih cepat menjadikan Google TV Streamer pilihan yang lebih kompetitif di pasar perangkat hiburan rumah.
Dengan keputusan penghentian penjualan Chromecast ini, Google tampaknya mengarahkan fokusnya pada inovasi baru dalam bidang hiburan digital dan rumah pintar. Meskipun perangkat lama tidak lagi tersedia melalui jalur resmi, pengguna yang masih memiliki Chromecast lama tetap dapat menggunakannya selama perangkat tersebut didukung oleh layanan Google.