Teknologi untuk Ibu Hamil – Pelacak kesehatan yang dapat dikenakan memberikan wawasan berkelanjutan dan real-time tentang tanda-tanda vital seperti detak jantung, tidur, dan aktivitas, yang memungkinkan ibu hamil untuk memantau kesehatan mereka secara aktif.
Data ini dapat membantu mendeteksi potensi komplikasi sejak dini dan meningkatkan komunikasi dengan penyedia layanan kesehatan.
Also Read
Dengan terintegrasi dengan layanan prenatal, perangkat ini menawarkan pendekatan proaktif untuk mengelola kesejahteraan ibu dan janin.
Teknologi untuk Ibu Hamil yang Sangat Bermanfaat
Perangkat ini memberikan wawasan tentang kesehatan fisik dan emosional, membantu ibu hamil membuat keputusan yang tepat selama masa transformatif ini.
Salah satu area fokus terpenting adalah data detak jantung, yang dapat mengungkapkan tanda-tanda awal potensi masalah.
Denyut Jantung dan Variabilitas Denyut Jantung

Perangkat yang dapat dikenakan dapat memantau dua metrik penting selama kehamilan, yaitu denyut jantung dan variabilitas denyut jantung (HRV).
HRV mengukur interval waktu antar detak jantung, memberikan gambaran sekilas tentang seberapa baik sistem saraf otonom mengelola stres.
Selama kehamilan, detak jantung biasanya meningkat setelah pembuahan, mencapai puncaknya sekitar dua minggu kemudian, turun sebentar, lalu naik lagi hingga menjelang persalinan.
Sementara itu, HRV cenderung menurun hingga sekitar 33 minggu kehamilan sebelum mulai pulih. Sebuah studi menunjukkan bahwa HRV ibu menurun selama kehamilan hingga sekitar 33 minggu, setelah itu mulai meningkat.
Yang penting, studi ini juga menemukan bahwa perubahan HRV malam hari dapat bertindak sebagai biomarker digital untuk mendeteksi risiko persalinan prematur.
Dengan mendeteksi perubahan awal HRV, penyedia layanan kesehatan dapat mengidentifikasi ibu yang mungkin memerlukan evaluasi atau intervensi lebih lanjut.
Seperti perawatan progesteron untuk menunda persalinan atau kortikosteroid untuk mendukung perkembangan janin.
Kualitas Tidur dan Pola Tidur

Tidur seringkali menjadi lebih sulit seiring perkembangan kehamilan, sehingga pelacakan tidur menjadi salah satu fitur perangkat yang paling bermanfaat.
Sekitar 80% ibu hamil mengalami gangguan tidur, yang dapat berdampak serius pada kesehatan ibu dan bayi.
Perangkat yang dapat dikenakan memantau metrik seperti total waktu tidur, tahapan tidur, tidur nyenyak, dan periode terjaga.
Data ini penting karena kurang tidur selama kehamilan telah dikaitkan dengan risiko seperti preeklamsia, diabetes gestasional, persalinan lama, dan tingkat operasi caesar yang lebih tinggi.
Dengan melacak pola tidur, perangkat yang dapat dikenakan membantu ibu hamil mengidentifikasi masalah dan melakukan penyesuaian.
Misalnya, perangkat ini dapat menunjukkan apakah Anda mendapatkan tidur nyenyak yang cukup atau mengidentifikasi faktor-faktor yang mengganggu istirahat Anda.
Informasi ini dapat memandu perubahan rutinitas waktu tidur atau lingkungan tidur untuk meningkatkan kualitas istirahat secara keseluruhan.
Pelacakan Aktivitas Fisik dan Gerakan

Memantau aktivitas fisik selama kehamilan sama pentingnya dengan memantau data detak jantung dan tidur.
Tetap aktif bermanfaat bagi ibu dan bayi, tetapi penting untuk melakukannya dengan aman.
Perangkat wearable mempermudah hal ini dengan melacak langkah, jarak, kalori yang terbakar, dan intensitas olahraga.
Perangkat ini memberikan wawasan tentang pola gerakan harian dan bagaimana tingkat aktivitas berubah selama kehamilan.
Banyak perangkat wearable bahkan menawarkan rekomendasi khusus kehamilan, seperti pengingat untuk bergerak setelah lama tidak aktif, yang dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan kesehatan secara keseluruhan.
Dengan memantau data aktivitas, calon ibu dapat mengidentifikasi waktu terbaik untuk berolahraga dan menyesuaikan rutinitas mereka berdasarkan tingkat energi dan bagaimana tubuh mereka merespons.
Pemantauan Stres dan Wawasan Kesehatan Mental
Manajemen stres adalah area lain di mana perangkat wearable unggul. Sensor EDA (aktivitas elektrodermal) pada perangkat mengukur tingkat stres dengan melacak perubahan detak jantung dan laju pernapasan.
Penelitian menunjukkan bahwa stres dapat meningkatkan detak jantung rata-rata 1,40 bpm dan laju pernapasan 0,20 napas per menit.
Sebuah studi oleh Jang dkk. memperkenalkan sistem e-tattoo graphene (GET) yang mampu mengirimkan sinyal EDA fidelitas tinggi sekaligus meminimalkan gangguan akibat gerakan.
Sistem ini bekerja secara konsisten dalam berbagai aktivitas selama periode 15 jam dan sangat mendekati akurasi sensor EDA tradisional.
Banyak perangkat wearable juga menawarkan alat seperti latihan pernapasan terpandu dan panduan meditasi untuk membantu mengelola stres secara langsung (real-time).
Fitur-fitur ini memberdayakan ibu hamil untuk mengambil langkah proaktif guna mendukung kesejahteraan mental mereka. (Fahma Ardiana)








